Senin, 04 April 2011

askep gagal jantung akut dan kronik


A.    Gagal Jantung
Istilah gagal jantung secara sederhana berarti kegagalan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (Guyton dan Hall).
Gagal jantung adalah suatu keadaaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolik secara abnormal (Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I).
Gagal jantung adalah sindrom klinis (sekumpulan tanda dan gejala) ditandai oleh sesak nafas fatik (saat istirahat/saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung (Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat Jilid 3).
B.     Beberapa Istilah Gagal Jantung
Gagal jantung sistolik adalah ketidakmampuan kontraksi jantung memompa sehingga curah jantung menurun dan menyebabkan kelemahan, fatik, kemampuan aktivitas fisik menurun dan gejala hipertensi lainnya.
Gagal jantung diastolik adalah gangguan relaksasi dan gangguan pengisian ventrikel. Gagal jantung diastolik didefinisikan sebagai gagal jantung dengan fraksi ejeksi lebih dari 50%.
C.     Patogenesis Gagal Jantung Sistolik
Gagal jantung sistolik didasar oleh suatu beban atau penyakit miokard yang mengakibatkan remodelling struktural, lalu diperberat oleh progresivitas beban atau penyakit tersebut dan menghasilkan sindrom klinis yang disebut gagal jantung.
Sindrom gagal jantung yang simptomatik akan tampak bila timbul faktor presipitasi seperti infeksi aritmia infark jantung, anemia, hipertiroid dan kehamilan, aktivitas berlebihan, emosi atau konsumsi garam yang berlebih, emboli paru, hipertensi, miokarditis, virus demam reuma, endokarditis infektif. Gagal jantung simptomatik akan tampak kalau terjadi kerusakan miokard akibat progresifitas penyakit yang mendasarinya/underline HD.
A.    Penatalaksanaan Gagal Jantung
1.    Tirah baring
2.    Diuretik
Yakni pembatasan garam dan air serta diuretik baik oral atau parenteral akan menurunkan preload dan kerja jantung.
3.    Morfin
Merupakan obat yang paling berguna untuk/dalam menangani edema pulmonal akut. Morfin juga menurunkan tekanan darah arteri dan tahanan, mengurangi kerja jantung (penurunan afterload).
B.     Definisi Gagal Jantung Akut
Gagal jantung akut didefinisikan sebagai serangan cepat (rapid onset) dari gejala-gejala atau tanda-tanda (symptom and sign) akibat fungsi jantung yang abnormal (Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keempat Jilid III).
Dapat terjadi dengan atau tanpa adanya sakit jantung sebelumnya. Disfungsi jantung bisa berupa sistolik atau disfungsi diastolik. Keadaaan irama jantung yang abnormal atau ketidakseimbangan dari preload atau afterload, seringkali memerlukan pengobatan penyelamatan jiwa dan perlu pengobatan segera. GJA dapat berupa acute de noro (serangan baru dari GJA, tanpa ada kelainan jantung sebelumnya) atau dekompensasi akut dari GJK, GJA dapat timbul dengan satu atau beberapa kondisi klinis yang berbeda.
C.     Penyebab dan Faktor Predisposisi Gagal Jantung Akut
1.    Dekompensasi pada GJK yang sudah ada (kondromiopati)
2.    Sindrom koroner akut
a.       Infark miokardial/angina pektoris tidak stabl dengan iskemia yang bertambah luas dan disfungsi iskemik
b.      Komplikasi kronik infark miokard akut
c.       Infark ventrikel kanan
3.    Krisis hipertensi
4.    Aritmia akut (takikardia ventrikuler, fibrilasiventrikuler, fibrilasi atrial atau fluter atrial, takikardia supraventrikuler lain)
5.    Regurgitasi valvular/endokarditis/ruptur korda tendinae, perburukan regurgitasi kutub yang sudah ada
6.    Stenosis katup aorta berat
7.    Miokarditis berat akut
8.    Tamponade jantung
9.    Diseksi aorta
10.  Kardiomiopati pasca melahirkan
11.  Faktor presipitasi non kardiovaskuler
a.       Pelaksanaan terhadap pengobatan kurang
b.      Overload volume
c.       Infeksi, terutama pneumonia atau septikemia
d.      Severe brain insult
e.       Pasca operasi besar
f.       Penurunan fungsi ginjal
g.      Asma
h.      Penyalahgunaan obat
i.        Penggunaan alkohol
j.        feokromositoma
12.  Sindrom high output
D.    Manifestasi Klinis
1.    Tekanan darah tinggi
2.    Edema paru akut
3.    Ronchi
4.    Ortopnea
E.     Diganosis Gagal Jantung Akut
Diagnosis GJA ditegakkan berdasarkan gejala dan penilaian klinis, didukung oleh pemeriksaan penunjang seperti EKG, foto toraks, biomarkers dan ekokardiografi dopler (gambar 2). Pasien segera diklasifikasikan apakah disfungsi sistolik atau disfungsi diastolik (gambar 3) dan karakteristik forward atau backward, left or right heart failure.
A.    Terapi Yang Diberikan Kepada Pasien Gagal Jantung Akut
1.    Oksigen dan alat bantu nafas
2.    Terapi medikamentosa, contoh: morfin, antikoagulan, vasodilator nitrat, sodium nitroprosid, nesiritid.
A.    Definisi Gagal Jantung Kronik
Gagal jantung kronik adalah kondisi patofisiologi, dimana terdapat kegagalan jantung memompa darah yang sesuai dengan kebutuhan jaringan (Ilmu Penyakit Dalam Edisi Ke 4 Jilid 3).
Gagal jantung kronik adalah sindroma klinik yang komplek (Pendekatan Holistik Penyakit Kardiovaskuler IV).
B.     Etiologi
1.      Disfungsi miokard
2.      Endokard
3.      Perikardium
4.      Pembuluh darah besar
5.      Aritmia
6.      Kelainan katub
7.      Dan gangguan irama
C.     Tanda dan Gejala
1.      Sesak
2.      Fatig baik dalam keadaan istirahat atau latihan
3.      Edema
4.      Disfungsi jantung dalam keadaan istirahat.

D.    Penalaksanaan Gagak Jantung Kronik
1.      Upaya Pencegahan
a.       Obati penyebab potensial dari kerusakan miokard, faktor resiko jantung koroner
b.      Pengobatan hipertensi yang agresif
c.       Koreksi kelainan kongenistal serta penyakit jantung katup.
2.      Pedekatan terapi pada gagal jantung dalam hal ini disfungsi sistolik dapat berupa:
a.       Saran umum, tanpa obat-obatan
b.      Pemakaian obat-obatan
c.       Pemakaian alat, dan tindakan bedah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar