Sabtu, 02 April 2011

askep sindrom buerger


A.    DEFINISI
Penyakit Buerger ( Tromboangitis Obliterans) adalah penyumbatan pada arteri dan vena yang berukuran kecil sampai sedang, akibat peradang yang dipicu oleh merokok. (http://www.medicastore.com)
Penyakit buerger adalah penyakit pembuluh darah yang bersifat segmental pada anggota gerak dan jarang pada alat-alat dalam, berupa peradangan, proliferasi dan non supurasi serta terjadi penyumbatan oleh thrombus pada segmen yang terkena terutama mengenai pembuluh darah kecil sampai sedang.
Penyakit Buerger (Tromboangitis Obliterans) adalah penyakit yang ditandai dengan berulangnya inflamasi pada arteri dan vena sedang dan kecil pada ekstremitas bawah dan atas (jarang terjadi) dan mengakibatkan pembentukan thrombus serta penyumbatan pembuluh darah. (Brunner & Suddarth ; 890.2002).
Penyakit Buerger merupakan radang pada pembuluh darah arteri, vena dan saraf pada anggota gerak tubuh yang menimbulkan sumbatan pada arteri, vena dan saraf yang berukuran kecil atau sedang, kaki merupakan anggota tubuh yang paling sering terkena penyakit ini.
Penyakit obliterans mengenai pembuluh darah kecil ekstremitas dibagian distal arteri bronkhialis atau poplitea, ini mungkin disertai dengan feblitis yang berpindah-pindah.
Penyakit ini terutama menyerang pria perokok sigaret berusia 20 sampai 40 tahun dibandingkan dengan siapapun.
Jadi Syndrome Buerger adalah penyakit yang terjadi dikarenakan penyumbatan pada arteri dan vena baik berukuran kecil sampai sedang yang biasa di alami pria perokok sigaret berusia 20-40 tahun daan umumnya menyerang ekstremitas bagian bawah dan kaki merupakan anggota tubuh yang paling sering terkena.
B.   ANATOMI ARTERI dan VENA
Anatomi Arteri
Potongan pada pembuluh nadi


 






Gambar. 1. 2.
www.google.com
Arteri (pembuluh nadi) adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.

Penggambaran
Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat diukur dengan tensimeter atau sfigmomanometer.
[sunting] Anatomi
Anatomi dinding pembuluh nadi.






Gambar. 2. 2.
www.google.com
Anatomi
·         Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis.
·         Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.
Jenis pembuluh nadi
Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh :
·         Arteri pulmonaris
Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.
·         Arteri sistemik
Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.
·         Aorta
Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.
·         Arteriol
Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.
·         Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.
 Anatomi Vena


 









Gambar. 3. 2.
www.google.com
Vena (Pembuluh balik) adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.
Pembuluh balik tersusun dari 3 lapisan tetapi dinding pembuluh ini lebih tipis dan tidak elastic. Tekanan pembuluh balik lebih lemah dibandingkan tekanan pembuluh badi di sepanjang pembuluh balik terdapat katup yang menjaga agar darah tak berbalik arah.

 Pembuluh balik yang masuk kejantung adalah sebagai berikut :
1)      Vena Kava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian atas tubuh ke serambi kanan jantung.
2)      Vena Kava Inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2, dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung.
3)      Vena Kava Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung o2 dari paru – paru kereambi kiri jantung.

C.   ETIOLOGI
1.      Belum diketahui secara pasti
2.      Hipersensitif terhadap protein tembakau
3.      Merokok merupakan factor penyebab atau factor yang memperberat
4.      Faktor genetik, ras, hormon, iklim, trauma dan infeksi merupakan faktor predisposisi.

D.   MANIFESTASI KLINIK
1.      Nyeri pada anggota tubuh (tangan dan atau kaki)
2.      Pelebaran pembuluh darah balik (Vena) serta berwarna agak kemerahan
3.      Berkurangnya suplai darah arteri
4.      Kekakuan pada anggota badan
5.      Rasa kesemutan dan panas pada tangan/ kaki
6.      Ada luka menggaung pada jari-jari , terutama ibu jari
7.      Perubahan warna pada tangan dan kaki yang terkena
8.      Denyut nadi dirasakan melemah pada tangan/ kaki yang terkena
9.      Ujung tangan berubah warnanya apabila terkena dingin, mula-mula pucat agak kebiruan dan lama kelamaan menjadi kemerahan disertai rasa nyeri.
10.  Mengenai dua atau lebih anggota tubuh.
Gejala-gejala tersebut akan lebih terasa pada temperature dingin (lingkungan yang dingin) dan meningkat bila terjadi stress atau peningkatan secara emosional dan proses yang sudah lanjut gejala dapat berupa luka berbentuk ulkus (cekungan pada kulit) atau gangren (luka membusuk) pada anggota tubuh yang terkena penyakit ini.
 E.   PATOFISIOLOGI
Syndrome Buerger disebabkan karena faktor merokok yang dapat menimbulkan peningkatan asam pada penyakit buerger. Sehingga Imun meningkat dan tubuh mengalami hipersensitivitas yang menyebabkan kepekaan seluler serta meningkatkan enzim dan serum anti endotenial. Karena meningkatnya enzim dan serum anti endotenial menyebabkan vaskuler melemah sehingga terjadilah peningkatan HLA-A9, HLA-A54, dan HLA-B5, dan akan mengakibatkan disfungsi vaskuler yang menimbulkan peradangan pada arteri dan vena sehingga terbentuklah gangren dan akhirnya akan di amputasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar